Rabu, 05 Juni 2019

sistem respirasi pada manusia

 Sitem respirasi atau pernapasan pada manusia yang tersusun atas alat-alat pernapasan atau saluran udara yang dimulai dari hidung dan mulut serta berakhir  di jutaan gelembung paru-paru.

1.alat-alat pernapasan
     Terdiri atas Hidung, faring, laring, trakea, bronkus dan paru-paru.




 Gambar 6.1 sitem respirasi manusia

A. Rongga Hidung ( Cavum Nasialis )

Rongga hidung tersusun dari tulang rawan dan memiliki dua buah rongga dengan satu buah sekat. Di dalam rongga hidung, kita dapat menemukan rambut-rambut halus (silia) dan selaput lendir (mukosa) yang dibutuhkan untuk:

menyaring udara pernapasan yang masuk,
menyesuaikan suhu udara yang masuk, dan
menyesuaikan kelembaban udara yang masuk.
B. Tekak (Tarif)

Faring terletak di antara saluran pencernaan yang terletak di belakang rongga hidung dan mulut. Faring tersusun dari otot lurik dengan panjang kurang lebih 4 cm.

C. Pangkal Tenggorokan (Laring)

Pada laring, disediakan sebuah katup yang disebut epiglotis dengan fungsi untuk diberikan makanan dan udara sesuai dengan salurannya masing-masing. Di samping itu, pada laring, ada pula pita suara yang merupakan organ penghasil suara pada manusia.

D. Batang Tenggorokan (Trakea)

Trakea merupakan saluran penghubung antara rongga hidung, rongga mulut, dan paru-paru. Dinding trakea tersusun dari cincin-cincin tulang rawan yang dilengkapi dengan rambut-rambut getar (silia) dengan fungsi untuk menyaring udara pernapasan.

E. Cabang Tenggorokan (Bronkus)

Bronkus memiliki panjang kurang lebih 5 cm dengan diameter 11-13 mm ke kanan dan ke kiri kemudian bercabang lagi sebanyak 20-25. Percabangan ini membentuk bronkiolus. Pada ujung bronkiolus, tersusun alveolus yang berbentuk seperti buah anggur.

F.Paru-paru (Pulmo)

Paru-paru terletak di rongga dada, tepat di atas sekat diafragma (badan rongga yang memenuhi rongga dada dan rongga perut). Paru-paru terdiri dari dua bagian, yaitu paru-paru kanan memiliki tiga lobus dan paru-paru kanan yang terdiri dari dua lobus.

Paru-paru dibungkus oleh dua lapis selaput paru-paru atau pleura. Di bagian dalam paru-paru, ada gelembung halus yang menjadi bagian dari paru-paru yang disebut lebih dari 300 juta buah. Luas Permukaan alveolus diperkirakan mencapai 160 m 2 atau 100 kali lebih luas dari luas permukaan tubuh.

Situasi Pernapasan

Ada dua perubahan pernapasan yang terjadi bersamaan, yaitu:



Pernapasan Dada :


a. Kontraksi
Pernapasan dada dimulai dari kontraksi yang terjadi pada otot antar tulang rusuk yang menyebabkan dada terangkat dan rongga dada membesar. Karena rongga dada membesar, tekanan udara di dalam dada lebih kecil dari tekanan udara luar, sehingga udara luar masuk ke dalam rongga dada dan diteruskan menuju paru-paru. Oksigen di udara ini akan diikat oleh hemoglobin darah yang banyak terdapat di paru-paru alveolus, sehingga terjadi inspirasi.
b. Relaksasi
Setelahnya, relaksasi terjadi pada otot antar tulang rusuk yang menyebabkan tulang-tulang rusuk turun sehingga rongga dada mengecil. Karena mengecilnya rongga dada, volume paru-paru juga mengecilkan tekanannya menjadi lebih besar dari tekanan udara luar. Karena itu, udara pun keluar dari paru-paru pada proses ekspirasi.



Pernapasan Perut:


a. Inspirasi
Pernapasan perut terjadi karena ada kontraksi dan relaksasi pada diafragma. Diafragma mendatar saat ototnya bertambah kontraksi. Hal ini menyebabkan rongga dada membesar dan tekanannya lebih kecil dari tekanan udara luar. Pada saat ini, terjadi inspirasi.
b. Ekspirasi
Kemudian, diafragma akan naik saat ototnya naik relaksasi. Hal ini menekankan pada rongga dada dan paru-paru yang menyebabkan tekanan menjadi lebih besar dari tekanan udara luar. Pada saat ini, terjadi ekspirasi.

2 komentar: